Pertemuan ini membahas operasional Bus Trans Manado yang dinilai berdampak langsung terhadap angkutan kota (mikrolet) di wilayah Manado. Sejumlah perwakilan sopir mikrolet menyampaikan aspirasi dan kekhawatiran mereka terkait rute serta potensi berkurangnya penumpang sejak beroperasinya layanan transportasi massal tersebut.
Kompol Luther Tadung mengatakan kehadiran pihak kepolisian dalam forum tersebut bertujuan untuk menjaga situasi tetap kondusif serta memastikan proses dialog antara sopir mikrolet dan pemerintah berjalan dengan aman dan tertib.
“Kami hadir untuk mengawal jalannya pertemuan agar tetap kondusif dan menjadi ruang dialog yang baik bagi semua pihak,” ujar Kompol Luther
Sementara itu, Pemerintah Kota Manado menegaskan bahwa operasional Bus Trans Manado merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat. Pemkot juga membuka ruang komunikasi dengan para sopir mikrolet guna mencari solusi terbaik agar tidak menimbulkan konflik sosial.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan kesepahaman bersama antara pemerintah dan para sopir mikrolet terkait pengaturan operasional transportasi umum di Kota Manado ke depan.
