Dunia di Ambang Perang Besar? Sekutu Putin Murka Usai NATO Bicara Konflik Global


MataPeristiwa.net | Internasional

Ketegangan geopolitik global kembali memanas. Ancaman Perang Dunia III disebut kian menguat setelah NATO melontarkan pernyataan keras soal potensi konflik berskala besar dengan Rusia. Reaksi pun datang dari Moskow dan para sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin, yang menilai langkah aliansi Barat itu berbahaya dan provokatif.

Peringatan keras datang dari Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, yang menyebut Rusia berpotensi menjadi ancaman langsung bagi kawasan NATO dalam beberapa tahun ke depan. Ia menekankan pentingnya kesiapan militer dan peningkatan anggaran pertahanan negara-negara anggota aliansi.

Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa NATO tidak lagi sekadar fokus pada konflik Ukraina, melainkan sedang mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perang besar antarblok, sebuah skenario yang mengingatkan dunia pada tragedi Perang Dunia II.

Sejumlah negara anggota NATO juga terus memperkuat dukungan militer dan keamanan untuk Ukraina, meski tanpa mengirim pasukan tempur secara langsung ke medan perang.

Pernyataan NATO langsung memicu kemarahan Moskow. Kremlin menyebut retorika perang dari para pemimpin NATO sebagai tindakan tidak bertanggung jawab yang justru meningkatkan risiko eskalasi global.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menilai NATO sengaja menciptakan ketakutan demi membenarkan ekspansi militer ke Eropa Timur. Sementara Presiden Vladimir Putin kembali menegaskan bahwa Rusia tidak berniat menyerang NATO, namun menganggap perluasan aliansi ke dekat perbatasan Rusia sebagai ancaman serius bagi keamanan nasionalnya.

Reaksi serupa juga disuarakan oleh tokoh-tokoh sekutu Putin. Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan bahwa langkah Barat yang terus mempersenjatai Ukraina dan mendorong keanggotaan NATO bisa menyeret dunia ke jurang Perang Dunia III.

Para pengamat internasional menilai situasi geopolitik saat ini berada pada titik paling berbahaya sejak berakhirnya Perang Dingin. Konflik Ukraina, ketegangan NATO–Rusia, serta dinamika kekuatan besar lainnya dinilai saling berkaitan dan berpotensi memicu konflik lebih luas jika salah perhitungan terjadi.

Meski belum ada tanda konfrontasi langsung antara Rusia dan NATO, meningkatnya retorika, latihan militer, dan aliansi strategis membuat dunia berada dalam kondisi siaga tinggi.

Pernyataan NATO dan reaksi keras dari Rusia serta sekutu Putin menunjukkan bahwa ketegangan global belum akan mereda dalam waktu dekat. Dunia kini dihadapkan pada pilihan krusial: meredam konflik melalui diplomasi, atau menghadapi risiko eskalasi yang bisa mengubah sejarah umat manusia. 

Lebih baru Lebih lama