Bandung | MataPeristiwa.net — Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, menegaskan agar rivalitas antarsuporter sepak bola tidak berkembang ke arah yang menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Penegasan itu disampaikan menyusul kasus konten kreator berinisial Resbob yang kini tengah diproses hukum.
Tobias menyampaikan pernyataannya usai memenuhi panggilan penyidik Polda Jawa Barat pada Senin (15/12/2025). Ia hadir untuk memberikan keterangan sebagai saksi pelapor terkait dugaan ujaran kebencian yang menyeret nama Resbob.
Menurut Tobias, rivalitas dalam sepak bola merupakan hal yang wajar dan tidak terpisahkan dari dinamika pertandingan. Namun, ia menekankan bahwa rivalitas harus dijalani secara sehat dan tidak melampaui batas etika.
Rivalitas silakan, itu bagian dari sepak bola. Tapi jangan sampai membawa-bawa suku, agama, dan ras. Kalau sudah ke arah sana, itu bukan lagi soal sepak bola,” tegas Tobias.
Ia menjelaskan, langkah hukum yang ditempuh Viking Persib Club bukan dimaksudkan untuk memperkeruh suasana, melainkan sebagai upaya edukasi agar kejadian serupa tidak terulang. Menurutnya, kasus ini harus menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh suporter di Indonesia.
Tobias juga mengimbau agar para pendukung tim sepak bola, khususnya Bobotoh, lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Setiap pernyataan yang disampaikan ke ruang publik, kata dia, memiliki konsekuensi hukum dan dampak sosial yang luas.
Kasus ini bermula dari sebuah video siaran langsung yang beredar di media sosial dan menuai reaksi keras karena dinilai mengandung unsur penghinaan terhadap identitas suporter dan etnis tertentu. Aparat kepolisian masih mendalami kasus tersebut sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Viking Persib Club menyatakan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada kepolisian dan berharap penegakan hukum dapat berjalan profesional serta berkeadilan.
