Ada-Ada Saja Inovasi Koramil Tanjungsari, Ibu Persit Lawan Dampak Gadget dengan Permainan Tradisional


Sumedang – Suasana berbeda tampak di Halaman Markas Koramil 1004 Tanjungsari, Jalan Raya Tanjungsari–Sumedang No. 363, Minggu pagi (16/2). Ratusan ibu-ibu dan anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan permainan tradisional yang digelar oleh Ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana Koramil 1004 Tanjungsari dan Koramil 1005 Jatinangor, bersama para guru serta anak-anak Himpaudi Kecamatan Tanjungsari.

Biasanya, Markas Koramil 1004 Tanjungsari dikenal sebagai “Rumah Rakyat Patas” (Pamulihan, Tanjungsari, dan Sukasari), tempat masyarakat sering berkumpul dan berkoordinasi dengan Babinsa. Namun kali ini suasana terasa lebih semarak dengan hadirnya ibu-ibu Persit, guru, serta anak-anak yang memenuhi halaman Makoramil.

Sejak pagi, kegiatan diramaikan dengan berbagai lomba permainan kreatif bernuansa tradisional, seperti lompat tali karet gelang, bentengan, gobak sodor (galaksin), congklak, hingga bola bekel. Gelak tawa dan keceriaan mewarnai kegiatan, menghadirkan suasana layaknya perayaan 17 Agustusan. Anak-anak dan ibu-ibu larut dalam permainan hingga siang hari, seolah melupakan sejenak rutinitas dan beban pikiran.

Permainan tradisional dinilai memiliki banyak manfaat, mulai dari melatih motorik, menumbuhkan kerja sama, sportivitas, kejujuran, hingga membangun interaksi sosial secara langsung. Selain itu, permainan tradisional secara alami “memaksa” anak-anak untuk bergerak aktif dan lebih lincah—berlari, melompat, menghindar, serta menjaga keseimbangan tubuh—sehingga kebugaran fisik dan ketangkasan mereka terasah. Hal ini tentu berbeda dengan permainan dunia maya yang cenderung membuat anak pasif, individual, dan terlalu bergantung pada gadget.

Danramil 1004 Tanjungsari, Kapten Inf Agus Hermawan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana.

“Kegiatan ini dilaksanakan oleh Ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana sebagai upaya mengenalkan kembali kepada Generasi Emas putra-putri kita tentang serunya permainan tradisional. Saat ini banyak permainan tersebut mulai hilang akibat dampak negatif gadget dan dunia maya. Padahal permainan tradisional sangat penting untuk membentuk karakter anak, melatih kebugaran fisik, meningkatkan kelincahan, serta menanamkan nilai kebersamaan. Melalui kegiatan ini, yang melibatkan anak-anak prajurit serta Himpaudi, kami berharap Generasi Emas kita kembali mencintai permainan tradisional yang tidak kalah seru dibandingkan game digital,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Persit Kartika Chandra Kirana tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga turut berperan aktif menjaga warisan budaya bangsa sekaligus membentuk Generasi Emas Indonesia yang sehat jasmani, kuat mental, ceria, dan berkarakter.

* Kaperwi jabar
 

Lebih baru Lebih lama