Pondok Rawayan: Cahaya Leluhur Penjaga Keseimbangan Alam

 

Pondok Rawayan

Bandung – Pondok Rawayan merupakan padepokan jagat alam yang lahir dari nilai-nilai spiritual, adat, dan kearifan leluhur Nusantara. Pondok Rawayan berdiri pada tanggal 11 Agustus 1992 di Jalan Pahlawan, Sukaluyu, Bandung, sebagai wujud ikhtiar menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Pondok Rawayan didirikan oleh dua tokoh pendiri, Kang Cecep dan Kang Saparudin, yang sejak awal menanamkan ajaran persaudaraan, keselarasan jagat alam, serta pelestarian adat sebagai fondasi utama padepokan.

Dalam perjalanannya, Pondok Rawayan terus berkembang dan kini berada di bawah naungan Sesepuh Pondok Rawayan, Abah Tatang M. Jamaludin, yang menjadi panutan dan pengayom bagi seluruh padepokan dan wilayah Rawayan di berbagai daerah.

Saat ini, Pondok Rawayan menaungi para ketua padepokan dan tokoh adat di berbagai wilayah Nusantara, di antaranya:

Ketua Pondok Rawayan Jagat Alam Fazakey (Bank Stiv)

Ketua Pondok Rawayan Haur Koneng (Bank Jen)

Ketua Pondok Rawayan Al-Fatih Cilacap (Mas Jumhana)

Ketua Pondok Rawayan Bojong Landeuh (Abah Musa / Endang)

Ketua Pondok Rawayan Paku Jaya (Atep Haji)

Ketua Pondok Rawayan Cimanganten sekaligus Ketua Adat Purawijaya Curug Tujuh Cimanganten (Kang Jajang)

Ketua Padepokan Pondok Rawayan Cahaya Hikmah Garut (Ustad Ujang Gunawan)

Ketua Pondok Rawayan Garut Syekh Majagung (Kang Atep Jalal)

Ketua Pondok Rawayan Nur Alam (Kang Herman Bima)

Ketua Pondok Rawayan 234 (Yedi Septian)

Ketua Pondok Rawayan Banten (Kang Cecep Sumirat)

Ketua Pondok Rawayan Muara Enim Palembang (Saparudin Lay), tokoh sekaligus Bapak Angkat Sesepuh Rawayan (Abah Aan Garut)

Seluruh ketua padepokan Pondok Rawayan tersebut berada dalam satu naungan sesepuh, dengan semangat persatuan, persaudaraan, dan tanggung jawab menjaga ajaran leluhur.

Pondok Rawayan hadir bukan hanya sebagai padepokan spiritual, tetapi juga sebagai penjaga nilai adat dan keseimbangan alam, agar ajaran leluhur tetap hidup, mengakar, dan menjadi cahaya bagi generasi masa kini dan mendatang.

Lebih baru Lebih lama