Aceh Tamiang | MataPeristiwa-Net – Pemerintah mulai menyiapkan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Huntara ini dibangun untuk menggantikan tempat tinggal warga yang rusak berat dan hanyut akibat bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan unit hunian sementara telah berdiri di lokasi yang telah ditentukan. Bangunan huntara terlihat tersusun rapi dengan konstruksi sederhana namun kokoh. Setiap unit dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga korban bencana selama masa pemulihan.
Hunian sementara tersebut dibangun menggunakan material ringan dengan rangka kuat, dilengkapi atap, dinding, serta ventilasi udara yang memadai. Selain itu, kawasan huntara juga disiapkan dengan fasilitas pendukung seperti akses jalan, sumber air bersih, dan sanitasi dasar.
Pembangunan huntara dilakukan secara bertahap dan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta instansi terkait. Proses pembangunan dipercepat agar warga yang selama ini mengungsi dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih layak, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih tidak menentu.
Pemerintah setempat menyatakan hunian sementara ini bersifat sementara dan akan digunakan hingga pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana selesai dilaksanakan. Pendataan warga penerima huntara dilakukan secara ketat agar bantuan tepat sasaran.
Warga terdampak menyambut baik pembangunan hunian sementara tersebut. Mereka berharap dengan adanya huntara, aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan normal sembari menunggu realisasi rumah permanen dari pemerintah.
Pembangunan hunian sementara ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang, sekaligus bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat terdampak bencana alam.
