Masyarakat Maluk dan sekitarnya Menyesalkan Pihak PT Amman Lalai dalam Penanganan Ikan Mati di Air Sungai Otak Kris Belum Kunjung Selesai


Maluk, 19 Januari 2026 - Tokoh masyarakat di Maluk dan sekitarnya, termasuk Pak Samsul Hidayat (SH), Ketua KNPI Kecamatan Maluk, beberapa tokoh pemuda, dan LSM peduli lingkungan, menyatakan kekecewaan mereka terhadap PT Amman yang dianggap lalai dalam menangani kasus ikan mati di Sungai Otak Kris.


Mataperistiwa.net || Mereka mendatangi kantor Mabes Polri KSB di BTN, depan kantor DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, untuk menanyakan sikap PT Amman sebagai perusahaan induk yang ada di perusahaan tambang emas terbesar no 2 di Indonesia.


"PT Amman seolah melakukan pembiaran atas kejadian tersebut dan tidak ada keterbukaan informasi terkait air Sungai Otak Kris," kata Pak Samsul Hidayat.


Masyarakat sangat khawatir karena belum ada informasi resmi dari pihak PT Amman dan dinas terkait tentang kejelasan status insiden ikan mati. Mereka juga merasa tidak aman karena air sungai yang digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti minum ternak dan mengairi kebun sayur, masih belum terjamin keamanannya. 17/1/2026, disampaikan terhadap media mata peristiwa Net Jateng.


"PT Amman sendiri tidak bisa diam seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Mereka harus bertanggung jawab penuh dengan desa-desa yang ada di dalam tambang, khususnya Desa Maluk yang berdampingan dengan pembangunan pemurnian logam dan tembaga yang disebut Smelter," tambah MJ dari LSM Jereweh Maluk Sekongkang.


Masyarakat juga mempertanyakan kehadiran pihak Kepala Desa Maluk, IKJ, IKL, dan IKSS yang tidak dapat menjamin bahwa air sungai sudah netral dan aman untuk digunakan. Mereka meminta pihak yang berkompeten untuk menangani masalah limbah dan alat yang memenuhi standar nasional dan internasional untuk melakukan uji mutu air.



"Kami ingin jawaban yang jelas dan transparan dari PT Amman dan dinas terkait tentang kejelasan status insiden ikan mati dan keamanan air Sungai Otak Kris," tegas masyarakat.


Sumber : Jurnalis marjonisyah/ Syamsuddin/Drs.Raden Sudiharto, S.E.M.M.


Editor : Toni, Kaperwil Jateng Media Mata Peristiwa Net.

Lebih baru Lebih lama