Berita Mata Peristiwa Net || Sibolga (SUMUT) - Kisah dua anak balita yang harus menghabiskan waktu bersama ibunya di ruang inap rumah sakit telah menyentuh hati banyak orang. Pniel Akselo Panjaitan (2 tahun) dan Alexa Kiara Putri Panjaitan (1 tahun) kini menjadi saksi bisu bagaimana cinta seorang anak kepada orang tuanya bisa begitu tulus dan mendalam.
Mataperistiwa.net || Ibunda mereka, M. Siahaan, tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Metta Medika Kota Sibolga Provinsi Sumatra Utara (Sumut). Sementara itu, ayahnya, R.D.A. Panjaitan, S.E., harus terus bolak-balik luar kota untuk menjalankan tugas pekerjaannya, membuat kedua anak kecil ini lebih sering berada bersama ibunya yang sedang sakit.
Meski belum bisa mengungkapkan perasaan dengan kata-kata yang jelas, ekspresi dan tindakan kedua si kecil ini cukup menyampaikan kerinduan mereka akan kasih sayang ibu.
Tak jarang Pniel duduk pelan di tepi tempat tidur ibunya, sambil menatap wajah ibunya, M. Siahaan, dengan mata penuh harap. Sementara Alexa, yang baru berusia satu tahun, seringkali meraih tangan ibunya atau menangis lembut saat merasa ingin dipeluk.
Kadang malam hari Pniel terbangun dan langsung mencari sosok ibunya, kalau tidak ditemukan dia akan menangis pelan," cerita Neneknya, Opung Grace Hutagalung, yang ikut merawat M. Siahaan. "Kalau sudah bisa dekat dengan ibu, dia akan diam saja dan memeluk tangan ibunya, itu momen yang sangat mengharukan," ungkapnya kepada Media Mata Peristiwa Net. Jumat (23/01/2026)
"Beruntungnya, pihak RS Metta Medika Kota Sibolga sangat memahami kondisi keluarga ini. Pihak Rumah Sakit memberikan perhatian khusus dengan menyediakan fasilitas yang memadai agar kedua anak bisa tinggal bersama ibunya di ruang inap, sehingga tidak perlu dipisahkan saat ayahnya keluar kota bekerja.
"Kita tahu betul bahwa kehadiran anak-anak bisa memberikan semangat tersendiri bagi pasien," ujar pihak Rumah Sakit.
Kisah Pniel dan Alexa bukan hanya sekadar cerita haru, tapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang. Cinta seorang balita kepada ibu adalah cinta yang paling murni tanpa pamrih bagi mereka, ibu adalah pusat dunia, simbol keamanan dan kehangatan yang tak bisa digantikan oleh apapun.
Ini juga mengingatkan kita semua bahwa kasih sayang tidak perlu bentuk yang rumit. Kadang hanya dengan hadir, mendengarkan, atau memberikan pelukan sederhana saja sudah bisa menjadi hal yang paling berharga bagi orang tersayang.
Banyak orang yang mendengar kisah ini mengirimkan doa untuk kesembuhan M. Siahaan, agar segera bisa kembali sehat dan memberikan kasih sayang penuh kepada kedua anaknya yang sangat merindukannya. Semoga kebersamaan keluarga bisa segera terwujud kembali di rumah yang hangat.
Sumber: BRI/Pance.
Editor: Toni Jepara, Kaperwil Jawa Tengah.
