Kabut Tebal dan Medan Curam, Tim SAR Temukan Serpihan ATR 42-500 di Lereng Bulusaraung


Maros, Sulawesi Selatan — Kabut tipis masih menggantung di lereng Gunung Bulusaraung saat tim SAR gabungan menuruni jalur sempit berbatu, Minggu pagi. Langkah mereka terhenti ketika di balik semak dan bebatuan tampak potongan badan pesawat berwarna putih keabu-abuan, tergeletak di jurang curam.

Serpihan itulah yang kemudian dipastikan sebagai bagian dari pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan rute Yogyakarta–Makassar.

Penemuan pertama terjadi sekitar pukul 07.46 WITA, diawali dengan terlihatnya pecahan jendela pesawat. Beberapa menit kemudian, tim kembali menemukan bagian rangka dan ekor pesawat yang tersebar di lereng dengan kemiringan ekstrem.

Posisinya di bawah tebing, jurang sangat dalam. Personel harus turun perlahan menggunakan tali, ujar salah satu anggota SAR di lokasi.

Lokasi jatuhnya pesawat berada di area yang sulit dijangkau. Tebing terjal, hutan rapat, serta jalur licin membuat tim SAR harus bekerja ekstra hati-hati. Beberapa personel terlihat saling mengikat tali pengaman saat menuruni jurang sedalam ratusan meter.

Di sekitar serpihan, tim SAR juga menemukan satu jenazah korban. Proses evakuasi berlangsung lama karena kondisi medan tidak memungkinkan alat berat menjangkau lokasi.

Penemuan serpihan ini menjadi titik terang setelah dua hari pencarian intensif dari udara dan darat. Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 tersebut dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) saat mendekati wilayah Sulawesi Selatan.

Pesawat diketahui membawa 11 orang, terdiri dari awak dan penumpang. Hingga kini, tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan terus menyisir area sekitar lokasi temuan untuk mencari korban lainnya.

Komando operasi SAR menyatakan pencarian akan difokuskan di sekitar titik serpihan utama. Cuaca dan kabut masih menjadi tantangan, namun pencarian tetap dilanjutkan dengan prioritas keselamatan personel.

Sementara itu, lokasi temuan telah diamankan untuk kepentingan investigasi lanjutan, termasuk pencarian perangkat perekam penerbangan.

Operasi SAR akan terus diperbarui seiring perkembangan di lapangan, sementara keluarga korban menunggu kepastian di posko yang telah disiapkan pemerintah daerah.

Lebih baru Lebih lama