MataPeristiwa.net — Venezuela kembali menjadi sorotan dunia. Bukan semata karena gejolak politiknya, melainkan karena harta karun energi raksasa yang tersimpan di perut buminya. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menaruh minat besar terhadap minyak Venezuela — negara yang tercatat memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.
Namun ironisnya, di balik kekayaan tersebut, Venezuela justru terpuruk secara ekonomi dan energi. Berikut tiga fakta penting yang menjelaskan mengapa minyak Venezuela begitu menggoda, sekaligus problematik.
1. Cadangan Minyak Terbanyak di Dunia, Kalahkan Arab Saudi
Venezuela tercatat memiliki lebih dari 300 miliar barel cadangan minyak terbukti, menjadikannya peringkat pertama dunia, melampaui Arab Saudi dan Iran. Sekitar 17 persen cadangan minyak global berada di negara Amerika Latin tersebut.
Sebagian besar cadangan itu tersimpan di kawasan Orinoco Belt, wilayah kaya minyak berat dan ekstra berat. Secara teori, cadangan ini mampu menopang kebutuhan energi dunia selama puluhan tahun.
2. Kaya Minyak, Tapi Produksi Terjun Bebas
Meski menyandang status negara terkaya minyak, produksi Venezuela justru anjlok drastis. Saat ini, produksinya hanya berkisar 1 juta barel per hari, jauh dari masa kejayaan ketika mampu memproduksi lebih dari 3 juta barel per hari.
Penyebabnya berlapis: infrastruktur migas rusak, minim investasi, salah urus perusahaan negara PDVSA, hingga sanksi keras Amerika Serikat yang membatasi ekspor dan akses teknologi.
Akibatnya, minyak melimpah tak bisa diolah maksimal, sementara ekonomi nasional runtuh.
3. Trump Incar Minyak, Bukan Sekadar Politik
Donald Trump secara terbuka menyebut minyak Venezuela sebagai aset strategis bagi kepentingan Amerika Serikat. Ia bahkan menyatakan keinginan agar minyak Venezuela bisa dialirkan langsung ke AS, sembari mendorong perusahaan energi Amerika kembali masuk ke negara tersebut.
Langkah ini menegaskan bahwa konflik AS–Venezuela bukan semata isu demokrasi, melainkan juga perebutan kendali sumber energi global. Namun para analis menilai, menghidupkan kembali industri minyak Venezuela membutuhkan investasi besar, stabilitas politik, dan waktu panjang.
Minyak Melimpah, Negara Terpuruk
Kasus Venezuela menjadi paradoks global: negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, tetapi rakyatnya hidup dalam krisis. Selama persoalan politik, sanksi, dan tata kelola tidak diselesaikan, minyak raksasa itu akan tetap menjadi potensi tidur — sekaligus sasaran incaran kekuatan besar dunia.
