Dari Parc des Princes ke Bandung? Layvin Kurzawa dan Bayang-Bayang Gaji Rp2,2 Miliar per Pekan


Mata peristiwa - Isu besar kembali mengguncang sepak bola nasional. Kali ini, sorotan tertuju pada Layvin Kurzawa, nama yang tak asing di panggung elite Eropa. Mantan bek kiri Paris Saint-Germain (PSG) itu dirumorkan tengah menjalin komunikasi dengan Persib Bandung, sebuah kabar yang langsung menyedot perhatian publik.

Kurzawa bukan pemain sembarangan. Ia pernah menjadi bagian dari skuad bertabur bintang PSG, bermain di Liga Champions, dan mencatatkan lebih dari satu dekade karier di level tertinggi sepak bola Eropa. Di masa puncaknya bersama Les Parisiens, Kurzawa bahkan tercatat sebagai salah satu bek dengan bayaran tinggi.

Fakta menunjukkan, saat masih terikat kontrak di PSG, Kurzawa menerima gaji sekitar 134 ribu dolar AS per minggu, atau setara Rp2,2 miliar per pekan. Angka tersebut menempatkannya di kasta finansial yang nyaris mustahil disentuh klub Asia Tenggara, termasuk Indonesian,

Kurzawa berstatus bebas transfer setelah kontraknya bersama klub Portugal, Boavista, berakhir. Dalam beberapa musim terakhir, ia lebih sering mencari menit bermain ketimbang mengejar bayaran fantastis. Gajinya pun dilaporkan turun drastis dibandingkan era emasnya di Paris.

Media Prancis menyebutkan adanya kontak dan negosiasi lanjutan antara pihak Kurzawa dan Persib Bandung. Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari manajemen Maung Bandung maupun perwakilan sang pemain. Semua masih berada di wilayah spekulasi dan pembicaraan awal.

Jika benar terealisasi, kedatangan Kurzawa akan menjadi salah satu transfer paling mengejutkan dalam sejarah sepak bola Indonesia. Bukan hanya karena status mantan pemain PSG dan Timnas Prancis, tetapi juga karena kontras besar antara rekam jejak gaji miliaran rupiah dengan realitas finansial liga domestik.

Pertanyaannya kini bukan soal kualitas — Kurzawa jelas memilikinya.

Melainkan, seberapa besar kompromi yang bersedia diambil kedua belah pihak. Dari Parc des Princes ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api, rumor ini masih berjalan di lorong waktu. Publik menunggu: akankah cerita besar ini berujung nyata, atau hanya sekadar gema bursa transfer?

Lebih baru Lebih lama