Perang Senyap China vs Mafia Scam Asia Tenggara, Bos Kamboja–Myanmar Dibekuk


MATA PERISTIWA – Internasional

China diam-diam mengintensifkan operasi besar untuk memburu dan menangkap bos-bos sindikat penipuan online (scam) yang selama ini berbasis di Kamboja dan wilayah perbatasan Myanmar. Langkah agresif ini dinilai sebagai bagian dari perang senyap Beijing melawan mafia siber Asia Tenggara, sekaligus upaya mencegah Amerika Serikat mengambil alih penanganan hukum jaringan kriminal tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, otoritas China berhasil memulangkan sejumlah tokoh penting sindikat scam lintas negara. Salah satu yang paling menonjol adalah Chen Zhi, pengusaha muda yang diduga menjadi otak jaringan penipuan daring global bernilai miliaran dolar AS.

Chen ditangkap di Kamboja dan diekstradisi ke China setelah pemerintah Phnom Penh mencabut kewarganegaraannya. Ia dituding mengendalikan operasi penipuan online berskala besar, termasuk modus “pig butchering”—penipuan investasi dan kripto yang menyasar korban di China, Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.

Penangkapan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat, yang sebelumnya menjatuhkan sanksi, dakwaan pidana, serta tawaran imbalan besar untuk memburu para gembong scam Asia Tenggara. Washington menuding jaringan tersebut telah merugikan korban global hingga puluhan miliar dolar.

China tampak tak ingin kasus-kasus besar ini sepenuhnya ditangani oleh otoritas AS. Dengan mengambil alih penangkapan dan proses hukum, Beijing menegaskan klaimnya sebagai pihak yang paling berhak dan berkepentingan dalam memberantas kejahatan siber lintas negara, terutama karena sebagian besar korban adalah warga China.

Kamboja dan wilayah perbatasan Myanmar selama bertahun-tahun dikenal sebagai basis operasi sindikat scam internasional, memanfaatkan lemahnya pengawasan, kawasan ekonomi khusus, dan konflik bersenjata lokal.

Di Myanmar, pusat-pusat penipuan di wilayah perbatasan telah melibatkan ribuan pelaku dan korban perdagangan manusia. China sebelumnya telah bekerja sama dengan otoritas setempat untuk memulangkan puluhan ribu tersangka penipuan dalam operasi gabungan beberapa tahun terakhir.

Sementara di Kamboja, penangkapan Chen Zhi menandai perubahan sikap tegas pemerintah setempat yang kini lebih terbuka bekerja sama dengan Beijing, menyusul sorotan internasional terhadap maraknya kejahatan siber di negaranya.

Analis menilai langkah China bukan sekadar penegakan hukum, tetapi juga sinyal politik. Dengan membekuk bos-bos besar scam, Beijing menunjukkan keseriusannya menjaga stabilitas regional sekaligus mempertahankan pengaruhnya di Asia Tenggara dari intervensi hukum Barat.

Perang melawan mafia scam kini tak lagi sekadar soal kriminal, tetapi juga arena persaingan geopolitik antara kekuatan besar dunia.

Lebih baru Lebih lama