Mata peristiwa – Suasana khidmat terasa dalam kegiatan menyambut Bulan Sya’ban dan Malam Nisfu Sya’ban yang digelar oleh Majelis Do’a Bela Negara Indonesia (MDBN), Lajnah Ruhaniyah Qodiriyah Indonesia, serta Tim Istighatsah Warga NU Indonesia. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan.
Acara diawali dengan pembacaan basmalah dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tentang keutamaan Bulan Sya’ban dan Malam Nisfu Sya’ban. Para jamaah tampak menyimak dengan serius penjelasan mengenai kedudukan Bulan Sya’ban sebagai salah satu dari dua belas bulan dalam kalender Hijriah, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36.
Dalam penyampaian materi, dijelaskan bahwa Malam Nisfu Sya’ban memiliki keistimewaan tersendiri. Pada malam tersebut, seluruh amal perbuatan manusia dan jin dilaporkan kepada Allah SWT. Selain itu, Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, serta mengabulkan doa-doa, khususnya permohonan ampunan, rezeki, dan kesehatan.
Kegiatan ini juga menekankan pentingnya meningkatkan ibadah pada Bulan Sya’ban, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Di antaranya dengan memperbanyak puasa sunnah, doa, dan amal kebaikan, terutama pada malam dan siang Nisfu Sya’ban. Tradisi ziarah kubur dan mendoakan para pendahulu juga menjadi bagian dari amalan yang dianjurkan.
Para ulama salafus shalih disebutkan telah mencontohkan amalan-amalan tersebut selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Hal ini menjadi penguat bagi umat Islam untuk terus menghidupkan nilai-nilai spiritual dalam menyambut bulan-bulan mulia.
Acara ditutup dengan doa Nisfu Sya’ban dan istighatsah bersama. Jamaah berharap melalui kegiatan ini, keimanan dan ketakwaan semakin meningkat, serta bangsa dan negara senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.
