Mengapa AS Menyerang Venezuela? Jejak Narkoba, Minyak Raksasa, dan Bayang-bayang Geng Kriminal


MATA PERISTIWA — Hubungan Amerika Serikat dan Venezuela kembali memanas. Langkah keras Washington terhadap Caracas—mulai dari sanksi ekonomi, operasi keamanan, hingga tekanan militer—memunculkan satu pertanyaan besar: mengapa Venezuela terus menjadi target AS?

Jawabannya tidak berdiri pada satu isu tunggal. Ada kombinasi narkoba, kepentingan minyak, geng kriminal lintas negara, serta pertarungan geopolitik yang membentuk konflik panjang kedua negara.

Isu Narkoba: Tuduhan “Negara Transit” Kokain

Amerika Serikat sejak lama menuduh Venezuela menjadi jalur utama perdagangan narkoba internasional, terutama kokain dari Amerika Selatan menuju Amerika Utara.

Pemerintah AS bahkan pernah mendakwa sejumlah pejabat tinggi Venezuela—termasuk Presiden Nicolás Maduro—atas tuduhan keterlibatan dalam jaringan narkotika yang dikenal sebagai Cartel de los Soles. Caracas membantah keras tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai alat politik untuk menjatuhkan pemerintahan Venezuela.

Namun bagi Washington, isu narkoba dijadikan dasar narasi keamanan nasional dan pembenaran langkah agresif di kawasan.

Minyak: Cadangan Terbesar Dunia Jadi Taruhan

Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, melampaui Arab Saudi. Fakta ini menjadikan negara tersebut sangat strategis dalam peta energi global.

Amerika Serikat menilai pemerintahan Maduro gagal mengelola sektor energi dan menggunakan hasil minyak untuk mempertahankan kekuasaan. Sebaliknya, Venezuela menuding AS ingin menguasai sumber daya minyaknya melalui tekanan ekonomi dan politik.

Sanksi AS terhadap industri minyak Venezuela selama bertahun-tahun telah melumpuhkan ekonomi negara itu dan memperdalam krisis sosial.

Geng Kriminal dan Keamanan Regional

Isu lain yang kerap diangkat Washington adalah keberadaan geng kriminal Venezuela, seperti Tren de Aragua, yang dituding berkembang menjadi jaringan lintas negara.

AS mengaitkan geng-geng ini dengan meningkatnya kejahatan regional dan arus migrasi besar-besaran ke Amerika Utara. Narasi ini kemudian digunakan untuk menjustifikasi langkah keamanan ekstra, termasuk operasi lintas batas dan tekanan militer.

Pertarungan Politik dan Ideologi

Di luar narkoba dan minyak, konflik AS–Venezuela juga sarat persaingan ideologi. Pemerintahan Maduro yang anti-AS dan dekat dengan Rusia, China, serta Iran dianggap mengancam pengaruh Washington di Amerika Latin.

Upaya AS untuk mendorong perubahan rezim di Venezuela telah berlangsung lebih dari satu dekade, namun belum membuahkan hasil signifikan.

Reaksi Dunia: Kontroversi dan Kekhawatiran

Langkah keras AS terhadap Venezuela menuai kritik dari banyak negara yang menilai kebijakan tersebut melanggar prinsip kedaulatan dan hukum internasional.

Sebaliknya, AS menegaskan tindakannya dilakukan demi keamanan regional dan stabilitas global.

Kesimpulan MataPeristiwa.net

Tekanan Amerika Serikat terhadap Venezuela bukanlah konflik biasa. Ini adalah perpaduan kepentingan keamanan, ekonomi, dan geopolitik, dengan minyak dan narkoba sebagai isu utama di permukaan.

Selama kepentingan strategis itu belum berubah, Venezuela tampaknya akan terus berada dalam pusaran tekanan Washington—dengan dampak besar bagi kawasan Amerika Latin dan dunia.

Lebih baru Lebih lama