Menag Prof. Nasaruddin Umar Dorong Ekoteologi Global, Cabang Al-Azhar di Indonesia Kian Nyata

 

Mata peristiwa.net - Kairo – Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. menegaskan komitmen Indonesia dalam penguatan ekoteologi dunia sekaligus membuka peluang besar pendirian cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia. Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan resmi Menag ke Kairo, Mesir, atas mandat langsung Presiden RI Prabowo Subianto.

Dalam rangkaian agenda kenegaraan dan akademik, Menag Nasaruddin Umar tampil sebagai pembicara utama dalam forum ilmiah di lingkungan Universitas Al-Azhar, membahas konsep ekoteologi sebagai pendekatan keagamaan yang menempatkan pelestarian lingkungan hidup sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual umat beragama.

Menurut Menag, krisis iklim dan kerusakan lingkungan global tidak cukup diselesaikan dengan pendekatan teknokratis semata, tetapi memerlukan landasan teologis dan etis yang kuat. Indonesia, kata dia, memiliki pengalaman dan kekayaan nilai keagamaan yang relevan untuk berkontribusi dalam diskursus global tersebut.

“Agama harus hadir sebagai kekuatan moral dalam menjaga bumi. Ekoteologi adalah jembatan antara iman, manusia, dan alam,” tegas Menag dalam forum tersebut.

Selain isu lingkungan, agenda strategis lain yang dibahas adalah rencana pembukaan cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia. Gagasan ini dinilai sebagai langkah besar dalam memperluas akses pendidikan Islam berstandar internasional, khususnya bagi pelajar Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Menag menyampaikan, pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia memungkinkan pengembangan skema kerja sama akademik, mulai dari program gelar ganda, kolaborasi dosen, hingga pengajaran langsung oleh ulama dan akademisi Al-Azhar. Dengan demikian, kualitas pendidikan keislaman global dapat dihadirkan lebih dekat ke tanah air.

Pihak Al-Azhar menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai Indonesia sebagai mitra strategis, mengingat posisinya sebagai negara Muslim terbesar di dunia dengan tradisi Islam moderat yang kuat.

Langkah diplomasi pendidikan dan keagamaan ini sekaligus mempertegas peran Indonesia di panggung internasional, tidak hanya sebagai negara berpenduduk Muslim besar, tetapi juga sebagai penggerak pemikiran Islam progresif, inklusif, dan berwawasan lingkungan.

Kunjungan Menag Nasaruddin Umar ke Mesir pun dinilai menjadi tonggak penting dalam mempererat hubungan Indonesia–Mesir, khususnya di bidang pendidikan, keagamaan, dan diplomasi peradaban Islam.

Lebih baru Lebih lama