Mata peristiwa - Menjaga pikiran tetap jernih di tengah tekanan hidup dan derasnya arus informasi bukan perkara mudah. Namun, menurut pantauan langsung Pimpinan Redaksi Mata Peristiwa, Asep Sunandar, yang lebih dikenal dengan sapaan Dhalank, ada cara sederhana, murah, dan relatif aman untuk mensterilkan pikiran: hiburan positif.
Salah satunya adalah bermain biliar. Di sebuah arena biliar, suasana santai namun fokus tampak jelas. Beberapa pria berdiri mengelilingi meja, stik di tangan, mata tertuju pada bola. Tak ada teriakan emosi, tak ada debat panas—yang ada hanya konsentrasi, tawa kecil, dan sesekali geleng kepala saat bola meleset dari sasaran.
Menurut Dhalank, aktivitas seperti ini memiliki nilai lebih dari sekadar hiburan.
Biliar itu sederhana, tapi mendidik. Melatih sabar, fokus, dan menerima kenyataan bahwa tidak semua rencana harus masuk lubang, ujarnya sambil tersenyum.
Dalam sudut pandang Gus Alco, permainan ini justru menjadi terapi pikiran. Saat stik diarahkan dan bola dipukul dengan perhitungan, pikiran dipaksa berhenti sejenak dari hal-hal negatif. Overthinking diparkir, emosi diturunkan volumenya, dan kepala kembali dingin.
Alih-alih melampiaskan stres ke arah yang keliru, hiburan positif seperti biliar dinilai mampu menjadi katup pengaman mental. Selain menjaga kewarasan, aktivitas ini juga mempererat relasi sosial—ketawa bareng, kalah bareng, dan belajar ikhlas bareng.
Mata Peristiwa mencatat, fenomena ini menunjukkan bahwa mensterilkan pikiran tidak selalu membutuhkan ruang mewah atau biaya besar. Cukup dengan niat menjaga diri, lingkungan yang sehat, dan hiburan yang tepat, seseorang bisa terhindar dari dorongan ke arah negatif yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Sebagaimana pesan ala Gus Alco. Hidup jangan tegang terus. Pikiran itu perlu dilatih santai, bukan dipaksa keras.
🎱 Karena kadang, yang perlu diluruskan bukan masalahnya—tapi cara berpikir kita menghadapinya.

