MATA PERISTIWA-NET – Jakarta
Drama hukum yang melibatkan Inara Rusli dan Insanul Fahmi kembali memanas. Istri sah Insanul, Wardatina Mawa, mengaku kembali harus menonton rekaman CCTV berdurasi sekitar dua jam yang kini menjadi barang bukti utama dalam laporannya ke Polda Metro Jaya. Mawa menyebut momen itu sebagai saat yang “sangat mengguncang”, namun seluruh proses kini ia serahkan kepada aparat penegak hukum.
MAWA: “BERAT, TAPI SAYA SUDAH LIHAT SENDIRI REKAMANNYA”
Dalam keterangannya, Mawa menegaskan bahwa rekaman yang ia serahkan kepada polisi merupakan bukti asli yang didapatkannya secara sah.
“Saya sudah melihat rekaman itu. Berat sekali, tapi semuanya sudah saya serahkan ke polisi. Biar hukum yang menentukan,” ujar Mawa.
Ia menepis isu liar bahwa rekaman diperoleh dari pihak tertentu. Menurutnya, semua bukti ada dalam kendali dirinya dan kini sudah masuk ke tangan penyidik.
DUA LAPORAN BERJALAN: MAWA LAPOR, INARA MELAWAN PENYEBARAN REKAMAN
Kasus ini berkembang dengan dua laporan berjalan bersamaan:
Laporan Mawa terhadap Insanul dan Inara atas dugaan hubungan terlarang.
Laporan Inara Rusli ke Bareskrim terkait dugaan penyebaran rekaman CCTV tanpa izin—menyoroti pelanggaran privasi dan penyebaran data pribadi.
Kedua laporan kini berproses paralel dan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
POLISI KIRIM REKAMAN KE PUSLABFOR: AKAN DITELITI KEASLIANNYA
Polisi memastikan bahwa rekaman CCTV tersebut telah resmi dikirim ke Puslabfor Polri untuk diuji:
keaslian rekaman,
kemungkinan edit atau pemotongan,
kecocokan waktu dan lokasi,
serta identifikasi pihak-pihak di dalamnya.
Hasil forensik inilah yang akan menjadi penentu arah kasus ke depan.
ISU PRIVASI MENGUAT: PUBLIK DIMINTA TIDAK MENDUGA-DUGA
Kasus ini memicu perhatian luas masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa konten yang terkait ruang privat tidak pantas beredar dan harus tetap berada dalam ranah penyidik.
MATA PERISTIWA-NET juga menegaskan bahwa tidak ada satu pun isi rekaman yang boleh dipublikasikan selama proses hukum berjalan.
Rekaman durasi dua jam kini resmi diperiksa Puslabfor.
Mawa mengaku melihat langsung rekaman tersebut sebagai pelapor.
Inara bersikap tegas atas dugaan penyebaran rekaman privasinya.
Semua pihak menunggu hasil analisis forensik kepolisian.
