Poros Perlawanan Caracas: Venezuela Perkuat Blok Anti-AS Saat Armada Amerika Mendekat


Rusia–Tiongkok–Iran Masuk Garis Depan, Peta Aliansi Baru Mengguncang Geopolitik Dunia

MATA PERISTIWA-NET | Internasional

Ketegangan antara Venezuela dan Amerika Serikat memasuki fase paling genting dalam beberapa dekade terakhir. Pemerintahan Nicolás Maduro menuduh Washington melakukan manuver agresif, mulai dari operasi intelijen hingga pengerahan armada militer ke kawasan Karibia. Situasi memanas ini memaksa Caracas mengonsolidasikan peta aliansi globalnya, membentuk blok kekuatan baru yang dinilai mampu mengubah arah geopolitik dunia.

Rusia Jadi Penyangga Utama Caracas

Di tengah ancaman Amerika Serikat, Rusia muncul sebagai sekutu paling vital bagi Venezuela. Hubungan militer kedua negara telah berjalan selama bertahun-tahun, mulai dari penyediaan jet tempur, helikopter serbu, sistem rudal, hingga pelatihan militer.

Presiden Vladimir Putin menyatakan hubungan Moskow–Caracas berada dalam “harmoni sempurna” dan Rusia akan berdiri di belakang Venezuela jika konfrontasi dengan AS meningkat. Dukungan diplomatik Rusia di Dewan Keamanan PBB membuat posisi Caracas jauh lebih kuat menghadapi tekanan Amerika Serikat.

Tiongkok, Iran, dan Turki Masuk Jajaran Poros Anti-AS

Selain Rusia, tiga kekuatan dunia lain memperkuat blok Venezuela:

• Tiongkok

Beijing menjadi penyokong ekonomi terbesar Venezuela, terutama dalam sektor migas dan investasi strategis. Tiongkok menolak agresi AS dan menganggap Venezuela bagian penting dari tatanan dunia multipolar.

• Iran

Teheran menjalin aliansi energi hingga militer dengan Caracas. Kapal tanker Iran bahkan tetap memasok minyak ke Venezuela meski berada di bawah ancaman sanksi dan penyitaan oleh AS.

• Turki

Presiden ErdoÄŸan secara terbuka mendukung pemerintahan Maduro. Turki menjadi mitra dagang, diplomatik, dan simbol solidaritas negara-negara yang menolak dominasi Washington.

Keempat negara—Rusia, Tiongkok, Iran, dan Turki—membentuk poros baru yang menguatkan posisi Venezuela di medan konflik geopolitik internasional.

Amerika Serikat Kerahkan Armada, Caracas Gelar Latihan Perang

Memuncaknya ketegangan terjadi ketika Amerika Serikat mengerahkan kapal perang ke kawasan dekat Venezuela. Langkah ini dipandang Caracas sebagai “ancaman terbesar dalam 100 tahun terakhir”.

Sebagai respons, Venezuela langsung menggelar latihan militer skala nasional sejak awal Oktober 2025. Latihan tersebut melibatkan Angkatan Darat, Laut, Udara, hingga milisi sipil. Caracas juga mengerahkan 15.000 pasukan tambahan ke perbatasan Kolombia untuk mengantisipasi infiltrasi atau operasi intelijen Amerika Serikat.

Maduro menegaskan bahwa Venezuela akan mempertahankan “setiap inci tanah air dari agresi apa pun.”

Konflik Berpotensi Mengguncang Pasar Energi Dunia

Venezuela memperingatkan bahwa eskalasi konflik dapat mengguncang pasar energi global. Sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, ketidakstabilan di Caracas berpotensi membuat harga minyak melonjak dan menambah ketidakpastian ekonomi internasional.

Para analis meyakini bahwa semakin menguatnya aliansi Venezuela dengan kekuatan global non-Barat dapat menggeser pengaruh Amerika Serikat di Amerika Latin.

Kesimpulan: Bentuk Baru Peta Geopolitik Dunia

Ketegangan Venezuela–AS bukan lagi sekadar hubungan bilateral, melainkan bagian dari pertarungan pengaruh global. Dengan dukungan Rusia, Tiongkok, Iran, dan Turki, Caracas kini berdiri di pusat poros anti-AS yang semakin solid.

Dunia menyaksikan bagaimana Amerika Latin, yang selama puluhan tahun dikuasai pengaruh Washington, kini menjadi arena kompetisi kekuatan besar. Dan Venezuela—dengan poros aliansi barunya—menjadi titik api utama yang dapat mengubah wajah geopolitik dunia.

Lebih baru Lebih lama