MATA PERISTIWA | NASIONAL – Pemerintah Indonesia resmi mencatatkan sejarah baru dalam penyelenggaraan ibadah haji. Untuk pertama kalinya, Indonesia memiliki hotel dan lahan strategis di Kota Makkah, Arab Saudi, yang akan digunakan khusus untuk mendukung pelayanan jemaah haji dan umrah Tanah Air.
Kepastian ini diumumkan pemerintah pada awal Januari 2026. Indonesia berhasil memenangkan proses lelang internasional dan mengamankan kepemilikan Hotel Novotel Thakher Makkah beserta lahan di sekitarnya yang akan dikembangkan menjadi Kampung Haji Indonesia.
Hotel tersebut memiliki 1.461 kamar dengan tiga menara, dan mampu menampung lebih dari 4.300 jemaah dalam satu waktu. Lokasinya tergolong sangat strategis, hanya berjarak sekitar 500 meter dari Masjidil Haram, sehingga memudahkan mobilitas jemaah saat menjalankan ibadah.
Tak hanya hotel, Indonesia juga memperoleh lahan seluas sekitar 5 hektare yang akan dikembangkan secara bertahap. Dalam rencana jangka panjang, kawasan ini akan dilengkapi tambahan menara hunian, fasilitas kesehatan, pusat layanan jemaah, hingga area komersial penunjang.
Pemerintah menargetkan hotel ini mulai digunakan untuk musim haji 2027, sementara pembangunan Kampung Haji Indonesia direncanakan dimulai pada akhir 2026.
Langkah ini dinilai strategis karena selama puluhan tahun Indonesia selalu bergantung pada sistem sewa hotel di Makkah. Dengan kepemilikan langsung, pemerintah berharap kualitas layanan jemaah meningkat, jarak akomodasi lebih dekat, serta biaya penyelenggaraan haji dapat ditekan dalam jangka panjang.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari diplomasi intensif Indonesia dengan Pemerintah Arab Saudi, yang membuka peluang kepemilikan properti bagi negara asing di kawasan tertentu di Makkah.
Dengan jumlah jemaah haji dan umrah terbesar di dunia, kepemilikan hotel ini menjadi tonggak penting dalam transformasi layanan ibadah haji Indonesia ke arah yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan.
